Tips Sambut Bulan Ramadhan

Rabu, 03 Agustus 2011
Tips Sambut Bulan Ramadhan

Selamat datang Ramadhan dengan berurai linangan air mata, kata itu terucap teramat dalam bagi kaum Islam, begitulah semestinya. Bulan Ramadhan adalah adalah bulan mulya, bukan bulannya yang kita mulyakan akan tetapi saat yang ada di dalam nya, setiap detik setiap waktu amal perbuatan baik dilipat gandakan sepuluh, seratus, tujuh ratus atau bahkan ribuan. Meski tidak semua orang diberi karunia oleh Allah untuk menyambutnya dengan penuh suka cita. Tetapi kami tetap berdo’a semoga di bulan suci ini kita semua diberi hidayah oleh Allah untuk menyambutnya dengan kebahagiaan.

من فرح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران
“barangsiapa yang bahagia karena datangnya bulan ramadhan maka jasadnya haram masuk neraka”

Makna bahagia yang dimaksud adalah, suka cita karena banyaknya keutamaan setiap detiknya. Jika demikian kalau menyambutnya dengan kebahagiaan karena faktor lain maka tidak etis jika digolongkan termasuk orang yang mendapat pahala atas kegembiraan datangnya bulan ramadhan.
Bulan ramadhan kita hormati layaknya tamu, oleh karena itu harus kita siapkan serangkaian penyambutan sejak bulan bulan sebelumnya, Rajab dan Sya’ban. Menurut penulis, tidak etis jika penyambutan Bulan Ramadhan itu dilaksanakan pada Ramadhan berlangsung, masak tamu datang kok baru dipersiapkan penyambutannya.
Pada bulan Ramadhan kita bersiap siap menyambut datangnya lailatul qadar, yang mana keberadaannya misterius dan ada di antara malam-malam Ramadhan. Berikut berbagi tips untuk menyambut datangnya Bulan Ramadhan di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Puasa pada bulan Rajab dan Sya’ban, kalau dalam olah raga mungkin lebih tepat disebut sebagai pemanasan, sekaligus untuk membersihkan jiwa dari segala dosa dan noda kepada Allah swt.
2. mohon maaf kepada semua keluarga sanak famili karib kerabat dan handai tulan serta teman-teman kita. Agar memasuki bulan yang suci dengan keadaan suci. Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa yang bersifat horizontal (haaqqul adamy) sebelum yang bersangkutan memaafkannya.
3. Mandi dengan niat li hudhuri ramadhan. karena masuknya Ramadhan itu sejak matahari terbenam (maghrib) maka mandilah setelah shalat Maghrib atau sejenak sebelum menunaikan Shalat Maghrib.

4. Persiapkan segala sesuatunya, termasuk kesehatan, bekal I’tikaf, al Qur'an untuk dikhatamkan dan sediakan waktu khusus untuk menabah ibadah kita kepada Allah. Ingat, tidak semua orang diberi kesempatan untuk bisa menjumpai bulan Ramadhan. Secara kalkulasi hari andaikan kita Hari Minggu tidak libur (59 minggu/tahun), tentunya saat Ramadhan tidak ada salahnya jika dipakai untuk berlibur selama sebulan penuh (29-30 hari) untuk beribadah.
5. Persiapkan mental secara ikhlas untuk menerima penjungkir balikan jadwal makan, karena ada perubahan yang drastis dari hari-hari biasa. Jangan sekali-kali terbersit anggapan bahwa puasa di dalam bulan ramadhan merupakan siksaan bagi orang sehat, tetapi sebaliknya puasa itu menyehatkan spiritual kita dan menyehat fisik kita, terutama lambung yang selama satu tahun di paksa untuk bekerja.
Hadits nabi mengatakan :
صوموا تصحوا
Berpuasalah (supaya) kamu semua menjadi sehat

Catatan: Akhirnya kami juga harus minta maaf lahir dan bathin, semoga bulan puasa ini menjadikan pembakar untuk dosa-dosa kita sebagaimanan makna Ramadhan itu sendiri yakni, pembakaran dosa
(tipsdirektur.blogspot.com/rha)
Komentar