Bank BNI Salah Transfer Rp 5 M, Nasabah Tarik Rp 2,2 M

Bank BNI Salah Transfer Rp 5 M, Nasabah Tarik Rp 2,2 MIlustrasi @rimanews.com

Kasus salah transfer kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Suparman, warga Kabupaten Landak. Suparman yang menerima SMS banking pada 2 Februari 2015 yang menyatakan ada uang masuk ke rekeningnya sebesar Rp 5.104.439.450.

Kemudian pada 4 Februari, Suparman melakukan penarikan melalui ATM sebesar Rp 10 juta, dilanjutkan mentransfer ke rekening temannya sebesar Rp 100 juta.

Keesokan harinya, dia mentransfer lagi ke rekening temannya sebesar Rp 100 juta. Dilanjutkan penarikan tunai di BNI Ngabang sebesar Rp 500 juta.

Bahkan, di hari yang sama Suparman menstransfer sebanyak tiga kali kepada temannya dengan total Rp 1,5 miliar.

Sehingga total transaksi pada tanggal 4-5 Februari senilai Rp 2,2 miliar.

Tetapi, saat dicek saldonya pada sore hari, secara tiba-tiba sisa saldonya sebesar Rp 2,8 miliar sudah hilang.

Keesokan harinya tanggal 6 Februari, pihak Pimpinan BNI Pontianak dan Ngabang meminta dananya dikembalikan Rp 500 juta.

"Tapi dari hasil penyelidikan polisi, laporan tersebut dihentikan. Karena sudah berkoordinasi dengan OJK, dan OJK menyatakan salah transfer oleh BNI tidak melanggar ketentuan," katanya, Senin (9/11), dilansir dari Huntnews.

Nay