Bekerja Di Rumah Lebih Efektif & Produktif

Senin, 09 November 2015 14:00
Bekerja Di Rumah Lebih Efektif & ProduktifIlustrasi bekerja di rumah @haiineola.com
Sebuah riset mengungkapkan bahwa seseorang yang bekerja di rumah akan menghasilkan kinerja yang lebih efektif dan produktif daripada bekerja di kantor.

Riset yang berjudul Global Evolving Workforce mengungkapkan bahwa 52% karyawan yang bekerja di rumah merasa memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi bahkan bisa menggunakan waktu yang lebih efektif daripada saat bekerja di kantor.

"Dari 50 persen sisanya, 36 persen percaya produktivitas mereka di rumah dan kantor sama, dan hanya 14 persen yang menyatakan tingkat produktivitas mereka lebih rendah," kata Iman Nurendro, Associate Client Advisor, TNS Indonesia, di kawasan SCBD, Jakarta.

Iman Nurendro mengatakan TNS Indonesia melakukan riset Global Evolving Workforce setelah ditunjuk langsung oleh Dell dan Intel. Penelitian tersebut dilakukan dari 11 Juli hingga 5 September 2014.

"Bekerja dari rumah juga memberikan manfaat, 30 persen tidur lebih lama, 40 persen menghabiskan waktu di jalan lebih sedikit, dan 46 persen karyawan merasakan lebih sedikit stres," kata Iman Nurendro.

Hasil riset membuktikan bahwa karyawan lebih sering menghabiskan waktunya di kantor daripada di rumah. Sekitar 97% karyawan lebih banyak menghabiskan waktu seharian di kantor, rata-rata karyawan di negara maju menghabiskan waktunya sekitar 32 jam di kantor, sedangkan karyawan di negara berkembang menghabiskan waktu dikantor sekitar 26 jam.

Selain itu, sekitar 35% karyawan di seluruh dunia rata-rata menghabiskan waktu di tempat umum sekitar 2 jam/minggu. Sekitar 51% karyawan mengaku lebih suka menggunakan aplikasi chatting atau email untuk saling berkomunikasi saat di kantor, menurut mereka cara tersebut lebih efektif daripada menghampiri dan berbicara secara langsung.

Tetapi, tidak selamanya bekerja di rumah lebih efektif karena gangguan di rumah biasanya lebih banyak dan lebih rumit daripada gangguan saat bekerja di kantor.

"Bekerja di rumah tidak selalu menguntungkan karyawan, karena mendapatkan gangguan dari suami atau istri, anak-anak, orang tua, dan binatang peliharaan di rumah. Ada 20% karyawan menyatakan olahraga mereka berkurang, ketika bekerja di rumah dan 38% menyatakan mereka lebih banyak mengonsumsi makanan ringan," ujar Iman Nurendro.

Hasil riset tersebut di dapatkan melalui hasil wawancara pada sekitar 5.000 karyawan perusahaan kecil, sedang, besar yang berasal dari 12 negara.

Negara tersebut meliputi Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Brasil, Tiongkok, India, Rusia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Afrika Serikat.
(De)
Komentar