Wajah Gadis Cantik Ini Bengkak Karena Pewarna Rambut

Wajah Gadis Cantik Ini Bengkak Karena Pewarna RambutDinya Rasool @brunchnews.com
Sebelum menggunakan pewarna rambut, sebaiknya Anda berhati-hati dan mengecek dulu kecocokannya dengan kulit. Hal itu untuk menghindari infeksi seperti yang dialami gadis cantik bernama Dinya Rasool (18).

Wajahnya menjadi bengkak membesar tiga kali lipat dari ukuran normal, selain itu matanya juga menjadi buta sesaat. Kejadian ini merupakan kedua kalinya dialami Dinya. Ia mengaku mengalami kondisi serupa ketika berusia 15 tahun.

Ia mengatakan, "Setiap kali wajahku membengkak, aku sama sekali tidak bisa melihat apapun. Kulit kepalaku terus berdenyut dan cairan nanah mengalir. Aku merasa seperti Frankenstein. Ini adalah hal terburuk yang pernah aku alami semasa hidupku.

Dinya pertama kali mewarnai rambutnya dari cokelat menjadi merah karena ingin menghadiri ulang tahun temannya pada Oktober 2012. Ia mengabaikan tes alergi lantaran menganggap produk tersebut tidak berbahaya.

Beberapa jam menggunakan, Dinya membilas rambutnya dan keesokan harinya wajahnya sudah bengkak dan ia tidak bisa melihat untuk sementara waktu.

Karena ketakutan melihat wajahnya sendiri, ia pun berteriak keras dan membuat ibunya, Barez Saieed (56) langsung membawanya ke University Hospital of Wales. Dokter mengatakan jika Dinya mengalami alergi terhadap cat rambut. Karena itulah ia tak pernah memakai cat rambut selama tiga tahun.

Namun, Januari 2015 Dinya kembali mewarnai rambutnya lantaran yakin jika dulu dia hanya alergi terhadap amonia. Ia kemudian membeli cat rambut yang tidak mengandung amonia. Ia bahkan mengoleskan ke kulit telinga terlebih dahulu dan tidak terjadi apa-apa setelah dua hari.

Ia pun yakin dan mulai menggunakannya lagi. Sesudah beberapa waktu membiarkan cat rambut kering. Dinya membilasnya dengan benar dengan rasa takut menyertai. Benar saja, ia mulai merasa kulitnya mengencang dan terasa panas. Tak lama setelah itu wajahnya pun membengkak dan ia mulai tidak bisa melihat persis seperti yang ia alami sebelumnya.

Kulit kepalanya juga terus mengelucurkan nanah sehingga ibunya kembali membawanya ke University Hospital of Wales di Cardiff. Untuk mengurangi pembengkakan, ia diberi beberapa steroid dan morfin. Enam jam kemudian rasa sakitnya pun mulai reda.

Dengan kejadian kedua ini, dapat disimpulkan bahwa Dinya alergi terhadap bahan kimia bernama para-phenylenediamine (PPD), yang ada di cat rambut. Beberapa negara di Eropa memang melarang penjualan produk yang mengandung bahan kimia tersebut.

mks