Kurang Tidur Bikin Depresi

Jum'at, 31 Desember 2010

Anda sering lupa atau sulit untuk berkonsentrasi? Waktu tidur anda kurang dari enam jam? Anda kurang tidur.

Kurang tidur dapat membuat seseorang sulit untuk berpikir jernih dan tidak mampu menekan emosi. Banyak orang tidak menyadari efek kurang tidur sangat memengaruhi kesehatan pikiran dan mentalnya.Tidur tidak hanya mengistirahtkan tubuh melainkan juga dapat meningkatkan daya ingat, penglihatan, dan kemampuan belajar.

"Ketika tertidur, sama saja Anda menyimpan energi di tubuh," kata Barry Krakow MD, pengarang buku Sound Sleep, Sound Mind: 7 Keys to Sleeping Through the Night dalam situs Webmd.com, dilansir dari Okezone.

Dirinya mengatakan saat istirahat, tubuh mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri.

"Hal ini yang menjadikan manusia mampu untuk melakukan kegiatan,baik secara fisik maupun mental," imbuhnya.

Para ahli menemukan bahwa waktu tidur yang berkurang dapat membuat rendahnya kewaspadaan dan konsentrasi yang mampu menghambat performa dan membuat orang sulit untuk menyelesaikan masalah yang membutuhkan logika dan rasional.

Kurang tidur juga berakibat menurunnya kemampuan untuk membuat keputusan dan juga memengaruhi kemampuan untuk belajar secara dua arah.Pada diri anak-anak atau remaja, kurang tidur dapat membuatnya menjadi hiperaktif dan sulit belajar.

Mereka cenderung kehilangan konsentrasi, kerajinan, dan menurunkan kapasitas daya ingat yang diperlukan untuk berprestasi di sekolah. Asisten profesor di Fakultas Kedokteran University of Maryland School Avelino Verceles MD mengatakan, "Ketika seseorang tidur, berbagai hal yang telah kita pelajari dan alami selama seharian penuh, akan tersimpan dalam memori jangka pendek," katanya.

Avelino menambahkan, ketika orang mengantuk, orang akan sering merasa lupa akan sesuatu hal. "Saat Anda tidak mampu berkonsentrasi, informasi yang diterima tidak akan tersimpan baik di memori jangka pendek ataupun panjang," sebut Allison T Siebern PhD, yang memperdalam studinya pada program tentang kesehatan tidur dan insomnia di Stanford University.

Kurang tidur juga menjadikan waktu reaksi seseorang lebih lambat. Badan Administrasi Keselamatan Jalan Bebas Hambatan (The National Highway Traffic Safety Administration) memperkirakan sedikitnya ada 100.000 tabrakan yang dilaporkan ke polisi setiap tahunnya akibat pengemudi yang mengantuk.

Mereka bisanya adalah pekerja paruh waktu yang bekerja pada malam hari atau bekerja pada waktu yang tidak tetap, juga orang-orang yang mengalami gangguan tidur. Lambannya kemampuan orang untuk bereaksi akan membahayakan dirinya sendiri.

Pada studi yang dilakukan pada 2009, peneliti dari Universitas Texas menemukan bahwa waktu istirahat yang terganggu akan menghambat terintegrasinya informasi. Ini adalah suatu fungsi pada pikiran yang bergantung pada kemampuan memutuskan sesuatu. Peneliti berpendapat, profesi seperti pemadam kebakaran, polisi, dan tentara sangatlah rentan akan fungsi yang satu ini. Kurang tidur juga memengaruhi mood secara signifikan.

Menyebabkan seseorang menjadi lebih peka dan semakin berkurangnya kemampuan untuk mengontrol emosi.

"Lambat laun keadaan ini akan memengaruhi hubungan asmara,atau bahkan pekerjaan seseorang," ujar Allison.

Bahkan, penderita gangguan tidur yang sudah kronis akan berpeluang menderita depresi. Ini terungkap dalam sebuah studi pada 2005 silam yang menyebutkan bahwa orang dengan penyakit insomnia 10 kali lebih berisiko terkena depresi dan 17 kali lebih berisiko menderita kegelisahan ketimbang orang yang cukup tidur.

Kurang tidur dan depresi sangat erat kaitannya sehingga membuat para ahli juga bingung menentukan mana dari dua keadaan tersebut yang datang lebih dulu pada pasiennya.

"Tidur dan mood juga saling berpengaruh," sebut Allison.

Komentar