Pasangan Lesbi Pesta Sabu di Perumahan Dosen ITS Ditangkap

Pasangan Lesbi Pesta Sabu di Perumahan Dosen ITS DitangkapIlustrasi @kriminalitas.com

Polresta Surabaya, Jatim menangkap sepasang lesbian karena mengonsumsi sabu-sabu. Rika (37), mantan istri dosen di sebuah universitas di Surabaya ditangkap bersama pasangan sejenisnya, Eka (23), warga Sukolilo, Surabaya yang berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG).

"Informasi yang kami dapat, mereka ini pasangan lesbi," kata salah satu penyidik di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (8/10), dilansir dari Merdeka.

Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya Kompol I Wayan Winya menjelaskan bahwa penangkapan itu berkat informasi warga terkait ada pesta narkoba di Perumahan Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS).

"Setelah kita lakukan penyidikan, ternyata informasi ini benar. Hasilnya kita amankan dua perempuan yang tengah menggelar pesta narkoba jenis sabu-sabu," terang Wayan.

Petugas mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu seberat 0,24 gram, dua dompet warna merah putih dan satu unit telepon genggam. Polisi melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mengusut darimana asal barang haram itu.

Hasilnya, polisi meringkus Imam alias Suryo (36), warga Klampis. Dia ditangkap saat mengantar pesanan sabu ke salah satu pelanggannya.

"Penangkapan SY (Suryo) ini, berdasarkan pengakuan dari dua tersangka perempuan yang kami tangkap sebelumnya di Perum ITS. Kemudian tersangka SY kami pancing untuk mengantar sabu ke tersangka RC (Rika) dan EK (Eka), dari situ lah kita berhasil menangkap SY," terangnya.

Dari tangan Suryo, polisi menyita paket sabu 2,07 gram yang disimpan di kaleng rokok dan satu unit motor milik tersangka. "Kita terus dalami kasus ini. Dan ternyata SY ini mendapat sabu dari bandar narkoba di Bangkalan, Madura," katanya.

Polisi belum puas dan mengejar pelaku lain berdasarkan keterangan Suryo. Mas Rui yang disebut-sebut sebagai pemasok utamanya diciduk dalam perjalanan mengantar sabu ke Surabaya.

"Saat melakukan penangkapan, anggota sempat kejar-kejaran dengan tersangka, karena dia tahu dikuntit polisi. Namun akhirnya berhasil kita tangkap," ungkap Wayan.

Akibat perbuatannya, keempat tersangka akan dijerat Pasal 112 dan 114 Undang-Undang Narkoba Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Nay