Lebih Suka Kerja, Jumlah Perjaka Ting-ting Jepang Melonjak

Selasa, 09 Juni 2015 17:45
Lebih Suka Kerja, Jumlah Perjaka Ting-ting Jepang MelonjakJumlah perjaka ting ting di Jepang melonjak @asiaone.com

Kondisi ekonomi Jepang yang stagnan ternyata berdampak pada kehidupan asmara kaum pria di sana. Diketahui, saat ini jumlah perjaka ting ting usia di atas 30 tahun di Jepang meningkat drastis. Mereka disinyalir terlalu sibuk bekerja sehingga lupa mengurusi masalah percintaan.

Salah satunya Takashi Sakai. Meski dari segi finansial dan karir sudah cukup mapan, namun pria 41 tahun itu mengaku tak tahu bagaimana PDKT ke perempuan.

"Saya tidak pernah memiliki pacar. Itu tidak pernah terjadi. Bukan karena saya tidak tertarik. Saya menyukai perempuan, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya," ujarnya, dilansir dari AFP, Senin (8/6).

Sakai bukan satu-satunya pria kesepian di Jepang. Berdasar survei yang dilakukan penelitian populasi dan keamanan sosial Institut Nasional pada 2010, seperempat jumlah penduduk pria berusia 30 tahun yang belum menikah adalah perjaka ting ting.

Belakangan ini pertumbuhan ekonomi Jepang sedang loyo. Pukulan perekonomian itu membuat peluang kerja semakin sempit. Akibatnya, para pria berusaha mati-matian untuk mendapatkan pekerjaan dan hidup mapan.

"Banyak pria yang tampaknya kehilangan kepercayaan diri karena mereka kehilangan kekuatan secara ekonomi. Selama dua dekade belakangan ini, keadaan pria di Jepang sangat keras dan kompetitif," ujar pakar perjodohan Yoko Itamoto.

Selain faktor ekonomi, kebanyakan pria Jepang memang tidak punya nyali jika berhadapan dengan perempuan.

(Nay)
Komentar