Ilmuwan Temukan Tengkorak Korban Pembunuhan Pertama

Senin, 01 Juni 2015 12:00
Ilmuwan Temukan Tengkorak Korban Pembunuhan PertamaTengkorak korban pembunuhan pertama @mirror.co.uk
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tengkorak manusia purba, sekelompok ilmuwan mengaku telah menemukan bukti kasus pembunuhan pertama dalam sejarah manusia.

Para arkeolog menganalisis tengkorak berusia sekitar 430 ribu tahun yang mereka temukan dari sebuah goa bawah tanah wilayah Spanyol itu dengan bantuan teknologi forensik modern.

Setelah menyatukan kembali 52 buah kepingan dari tengkorak yang kondisinya nyaris utuh, para ilmuwan mengetahui fakta yang cukup menarik. Mereka menemukan dua lubang yang berdekatan pada tengkorak tersebut tepat di atas mata kiri.



Mereka menyimpulkan jika bekas luka tersebut adalah hasil dari dua benturan terpisah yang dihasilkan objek yang sama namun dari lintasan berbeda. Para ilmuwan tersebut juga mengatakan jika luka pada tengkorak bukan disebabkan karena terjatuh ke dalam goa sedalam 13 meter.

Dilansir Mirror.co.uk, Dr Nohemi Sala, kepala tim ilmuwan tersebut mengatakan, "Tengkorak ini menunjukkan dua luka yang menembus tulang dahi, di atas mata kiri."

Tengkorak yang dikenal dengan nama Cranium 17 itu merupakan bagian dari sisa 28 kerangka manusia yang ditemukan di sebuah ruangan di dasar goa tersebut. Sisa-sisa tengkorak itu berasal dari spesies terdekat dengan spesies manusia modern, genus Homo.

Akan tetapi usia tengkorak ini terlalu tua untuk menjadi bagian dari spesies manusia modern, Homo Sapiens. Tengkorak Cranium 17 ini kemungkinan milik spesies awal Neanderthal atau nenek moyang manusia yang jauh lebih tua, Homo Heidelbergensis.

Ada dua kemungkinan kasus pembunuhan lain yang ditemukan dalam data temuan fosil manusia yang diteliti hingga sekarang. Namun bukti pembunuhan yang ada di dua fosil ini masih tidak jelas.

Sebelumnya pada luka fosil yang diduga adalah pembunuhan terdapat pada seorang Neanderthal yang tewas beberapa pekan setelah menderita luka tusukan yang menembus tubuhnya. Namun masih tidak jelas apa memang kematiannya disebabkan oleh luka tusukan tersebut atau bukan.

Pada kasus berikutnya ada pada fosil manusia dari periode Upper Palaeolithic, yang merupakan peradaban lebih modern, yakni 10 ribu hingga 50 ribu tahun yang lalu. Kali ini para ilmuwan menemukan luka akibat benda tajam disekitar waktu kematiannya. Namun beberapa dugaan mengatakan jika manusia purba tersebut mati karena kecelakaan saat berburu.

Setelah melakukan penggalian pada situs di Spanyol itu selama 20 tahun, para ilmuwan tercatat telah menemukan sedikitnya 20 kerangka manusia purba di goa kedalaman 13 meter tersebut.

Bagaimana ke-28 manusia purba tersebut bisa sampai di dasar goa hingga kini masih belum bisa dipastikan oleh para arkeolog yang mempublikasikan temuannya di jurnal Plos One itu.
(mks)
Komentar