Bocah Kelas 1 SD Korsel Wajib Sumpah Anti Bunuh Diri

Bocah Kelas 1 SD Korsel Wajib Sumpah Anti Bunuh DiriSiswa SD Korsel wajib sumpah anti bunuh diri @asiaone.com

Tingkat kasus bunuh diri pelajar di Korea Selatan sudah mengkhawatirkan. Bahkan, sebuah sekolah dasar meminta para muridnya yang baru kelas 1 menandatangani sumpah untuk tidak bunuh diri. Namun, hal itu justru menuai kecaman dari wali murid.

Puncaknya, para wali murid menggugat sekolah pada 16 Mei lalu terkait kejadian yang dialami anaknya. Meski mereka yakin tujuan dari sumpah itu baik, namun kata-kata yang digunakan dinilai tidak cocok untuk usia anak-anak.

Berikut kata-kata dalam sumpah:

"Aku menghargai cinta dan menghormati diri serta hidupku, dengan demikian, aku berjanji untuk melakukan hal berikut:

Aku _____ tidak akan bunuh diri atau mencoba untuk menyakiti diri sendiri.

Aku akan beristirahat dengan cukup dan tidur untuk kesehatan yang baik.

Aku akan menyingkirkan semua alat-alat yang dapat membantuku untuk melakukan bunuh diri dan tidak akan tergantung pada alkohol, rokok, obat-obatan, dll.

Untuk menahan diri dari melakukan bunuh diri, aku akan mengatakan kepada orang lain jika mereka telah menyakiti perasaanku dan akan meminta petunjuk jika aku mengalami kesulitan."

Wali murid beralasan, kata-kata seperti "menghargai hidup" tidak cocok untuk murid. Ia berharap Departemen Pendidikan turun tangan mengatasi masalah ini.

"Untuk apa anak kelas satu SD harus menandatangani sumpah seperti ini? Apakah sekolah dan guru yang bertanggung jawab tahu apa yang mereka lakukan dengan berpikir bahwa siswa SD akan benar-benar memahami kata-kata menakutkan yang ditulis dalam sumpah?"

"Ekspresi yang digunakan untuk menggambarkan 'nilai kehidupan' tidak ditulis dalam format yang sesuai untuk siswa, sebaliknya, telah disusun hanya untuk mendidik kesadaran dan mengurangi tingkat bunuh diri. Saya berharap departemen pendidikan serta sekolah sangat menyadari dan merenungkan apa konten yang sesuai bagi siswa untuk mempelajari pentingnya kehidupan."

Nay