Asteroid Data Hunter, Aplikasi Berburu Asteroid

Senin, 16 Maret 2015 15:45
Asteroid Data Hunter, Aplikasi Berburu AsteroidAsteroid @slashgear.com
Aplikasi desktop yang dapat digunakan untuk berburu asteroid berbahaya baru saja di umumkan secara publik oleh Badan Antariksa Nasional Amerika Seirkat (NASA).

Para astronom amatir dan warga biasa penikmat antariksa diperkirakan oleh NASA akan meningkatkan penemuan jumlah asteroid baru dengan munculnya aplikasi tersebut.

Aplikasi yang dikembangkan NASA tersebut dihasilkan dengan menggandeng Planetary Resources Inc, perusahaan penambang asteroid asal Redmond, Washington, AS. Seperti dilansir situs resmi NASA, Senin (16/3).

Aplikasi tersebut bekerja berdasarkan algoritma program Asteroid Data Hunter yang menganalisa gambar asteroid yang potensial. Aplikasi Data Hunter sendiri adalah bagian dari Asteroid Grand Challenge.

Aplikasi ini bahkan dapat berjalan dalam komputer yang sangat sederhana sekalipun, serta dapat memungkinkan astronom amatir dan warga biasa akan turut berburu asteroid.

NASA dalam mendirikan aplikasi ini membuat sebuah kontes untuk semua orang dengan penawaran US$55 ribu, untuk orang yang mampu mengembangkan kemampuan algoritma deteksi foto secara signifikan dan membuat pemburuan lebih kuat dan nyata, yang diambil dari teleskop berbasis darat.

Eksekutif Program Asteroid Grand Challenge, Jason Kessler mengatakan, "Asteroid Grand Challenge adalah kemitraan non tradisional untuk melibatkan masyarakat penggila ilmu pengetahuan dan antariksa untuk mencari sesuatu dalam pekerjaan yang dilakukan NASA."

Dia juga mengatakan jika program kontes tersebut melampaui apa yang diharapkan NASA sebelumnya, meningkatkan perbedaan nyata perburuan dan berpotensi menambah keterlibatan lebih banyak orang.

Dengan algoritma aplikasi terbaru, disebutkan telah terjadi peningkatan sebanyak 15 persen identifikasi asteroid baru, hal tersebut juga bisa dilihat dari analisis gambar dari asteroid pada sabuk utama Tata Surya antara Mars dan Jupiter.

Yang lebih menarik adalah bahwa data dari Asteroid Data Hunter selama ini adalah berasal dari institusi penting, seperti pada Minor Planet Center (MPC), Hardvard-Smithsonian Center for Astrophysiccs di Chambridge, Massachusetts, AS serta Catalina Sky Survey, University of Arizona, Tucson.

Presiden dan Chief Engineer Planetary Resources, Chris Lewicky, juga memuji langkah dari pembuatan aplikasi tersebut.

"Kami memuji semua peserta dalam tantangan Asteroid data Hunter. Kami sangat didorong oleh algoritma yang diciptakan dan itu sudah membuat perbedaan. Peningkatan pengetahuan akan membantu menilai lebih cepat asteroid yang berpotensi jadi ancaman, maupun asteroid yang menjadi sumber daya yang kaya," ucap Lewicky.

Pekan lalu pada panel South by Southwest Festival di Austin, Texas, aplikasi tersebut secara resmi telah diumumkan kepada publik.
(MKS)
Komentar