Orang Indonesia Pilih Gadget Ketimbang Masa Depan

Orang Indonesia Pilih Gadget Ketimbang Masa DepanIlustrasi @blog.netoneshop.com
Dilihat dari pengeluaran biayanya, orang Indonesia lebih sering menggunakan investasi untuk kebutuhan teknologi, ungkap pakar Sumber Daya Manusia dan Karir, Timotius Oyong.

Dia mengatakan jika masyarakat Indonesia lebih sering mengeluarkan uangnya untuk membeli perangkat teknologi.

Oyong di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat, (13/3), mengatakan, "Bagi masyarakat Indonesia, device itu penting, maka dia spending uang. Misal, gaji Rp5 juta, tapi mau membeli device dengan harga Rp8 jutaan."

Dia melanjutkan, Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat mementingkan kebutuhannya sendiri daripada investasi untuk masa depan. Kebanyakan orang bahkan sering tidak menghiraukan kebutuhan masa depannya.

Oyong juga menambahkan, "Mereka jarang spending uang untuk mengembangun keahliannya. Padahal, itu berguna ke depannya. Misalnya, device dijual kembali tapi harganya turun. Tapi kalau untuk pengembangan diri kan belum tentu."

Dia juga menyebutkan bahwa sejumlah perusahaan masih tidak peduli keluwesan dengan adanya bantuan perangkat teknologi.

Pada era ini pekerjaan bisa dilakukan tanpa harus datang ke kantor dan hanya dikerjakan di rumah. Sebab jika terjadi banjir, macet atau hal-hal yang mengganggu pekerjaan akan juga dapat menghambat pekerjaan itu sendiri.

"Seharusnya para pemilik perusahaan sadar kalau karyawan sadar device itu penting untuk menunjang pekerjaan," tutup Oyong.
MKS