WNI Jadi Kurir Narkoba di Malaysia Divonis Hukuman Mati

WNI Jadi Kurir Narkoba di Malaysia Divonis Hukuman MatiIlustrasi @kompas.com

Seorang warga Indonesia berinisial AY divonis hukuman mati oleh Mahkamah Tinggi Kuantan, Malaysia pada Jumat (27/2) lalu. AY terbukti menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu ketika mendarat dari India menuju ke Kuantan, Malaysia.

AY ditangkap kepolisian Malaysia pada 13 November 2013 di Kuantan.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan jika Pemerintah Indonesia tidak puas dengan vonis mati tersebut. Pasalnya, ujar Iqbal, AY yang merupakan warga Jakarta itu mengaku hanya dititipi koper saja.

"Tetapi, dia tidak mengetahui di dalam isi koper itu ada narkoba jenis sabu. AY mengatakan hanya dititipi koper itu dari temannya, seorang pria warga Nigeria yang dia temui di India," papar Iqbal.

Ternyata, koper yang dititipi oleh pria Nigeria bernama Stanly itu berisi sabu-sabu seberat 4 kilogram lebih.

Sayangnya, imbuh Iqbal, AY dalam persidangan gagal menunjukan bukit keberadaan Stanly. Meski demikian, pengacara yang disewa oleh KJRI Johor Bahru dari kantor Gooi & Azura, tidak putus harapan.

"Kuncinya kan kini ada pada sosok Stanly itu. Bagaimana kami bisa membuktikan keberadaan Stanly dan meyakinkan hakim bahwa AY hanya dijadikan kurir serta tidak tahu-menahu di dalam koper yang dia bawa terdapat narkoba," kata Iqbal.

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Malaysia untuk RI, Zahrain Mohamed Hashim, tegas meberlakukan hukuman mati dengan cara digantung.

"Itu sudah merupakan satu ketentuan tegas bahwa jika ada yang terlibat kasus narkoba, maka hukumannya mati digantung," ujar Zahrain. Demikian dilansir dari VivaNews, Minggu (1/3).

Nay