Gawat, Malaysia Hendak Klaim Lumpia?

Gawat, Malaysia Hendak Klaim Lumpia?Formasbudi menggelar aksi damai "save Lumpia" @kaskus.co.id

Meski menjadi saudara serumpun, namun sejumlah klaim yang dilakukan Malaysia terhadap kebudayaan asli Indonesia menjadi duri dalam daging hubungan bitateral kedua negara.

Berdasarkan catatan Forum Masyarakat Peduli Budaya Indonesia (Formasbudi), sampai saat ini Negeri Jiran itu telah mengklaim 10 kebudayaan asli Indonesia.

Kesepuluh budaya Indonesia yang diklaim tersebut adalah Batik, Lagu Rasa Sayange, Reog Ponorogo, Wayang Kulit, Kuda Lumping, Rendang Padang, Keris, Angklung, Tari Pendet dan Tari Piring, serta Gamelan Jawa.

Formasbudi dalam aksi damai di depan kantor Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Jumat (20/2), mengingatkan agar negara tetangga itu tidak main klaim makanan khas Semarang, Lumpia, atau kadang dieja Lun Pia, sebagai warisan budaya nasional Malaysia.

"Aksi damai kami ini sebagai bentuk upaya antisipasi. Formasbudi memandang perlu mengambil langkah antisipasi tentang keberadaan Lumpia Semarang sebagai warisan budaya nasional Indonesia, agar di kemudian hari tidak diklaim sebagai milik negara Malaysia," ujar Koordinator Formasbudi, Rahmulyo Adiwibowo.

"Kita tidak ingin hal yang sama nantinya juga mereka lakukan terhadap Lumpia. Karena 17 Oktober 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Lumpia Semarang sebagai warisan budaya nasional tak benda," katanya.

Pria yang akrba disapa Bowo itu juga menyebutkan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mengusulkan ke Unesco agar Lumpia Semarang mendapat pengakuan dunia internasional sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.

"Lumpia Semarang adalah jajanan olahan yang berasal dari Rebung atau tunas bambu muda yang dibuat dan dipelopori oleh Tjoa Thay Joe, seorang warga keturunan Tionghoa yang menetap di Semarang dan kemudian menikah dengan wanita pribumi bernama Mbok Wasi pada tahun 1870," tutur Rahmulyo yang merupakan Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ini.

Di tempat yang sama, hadir pula pengrajin dan pengusaha Lumpia Semarang, Cik Me Me. Dia menyebut langkah ini perlu dilakukan sebab Malaysia sering gelap mata jika terkait mencaplok kebudayaan milik Indonesia.

"Pada kesempatan ini, kami secara khusus mendatangi Kedubes Malaysia di Jakarta, menyampaikan kuliner Lumpia Semarang, warisan budaya Indonesia, kepada Dubes Malaysia Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim dengan peringatan agar nantinya tidak diklaim sebagai peningalan nenek moyangnya," kata Cik Me Me.

Sejumlah massa juga membawa spanduk bertuliskan "save Lumpia". Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay