Banyak Lafadz Keliru, MUI Sidoarjo Bakar Al-Quran Raksasa

Banyak Lafadz Keliru, MUI Sidoarjo Bakar Al-Quran RaksasaAl-Quran raksasa misterius di Sidoarjo @tribunnews.com/

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo akan membakar Al-Quran raksasa yang ditemukan di Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada pertengahan bulan Januari silam.

Keputusan itu berdasarkan hasil dari rapat tertutup guna membahas Al-Quran sebesar 2 meter yang bikin heboh itu, Rabu (28/1).

Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo KH Usman Bahri menjelaskan, pembakaran dilakukan karena ditemukan ratusan lafadz Al Quran yang keliru. Pembakaran akan dilakukan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Usman menambahkan, pembakaran dimaksudkan agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat sekaligus menjadi bahan pembelajaran.

Sementara itu, fakta lain terungkap jika Al-Quran itu ternyata dibeli oleh Anang Asriyanto dari warga Cangkring, kecamatan Candi seharga Rp 42 juta.

Selanjutnya Al-Quran itu sengaja dijatuhkan saat acara pengajian yang digelar disamping rumah Anang.

"Dalam rapat tadi, Anang kami cecar dengan berbagai pertanyaan, hingga akhirnya ia mengakui semuanya," ujar Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo KH Usman Bahri.

Sebelumnya ramai diberitakan jika ditemukan Al-Quran raksasa pada 12 Januari lalu saat acara istighosah. Kitab suci dengan tinggi 2 meter dan berat 200 kilogram itu ditemukan di rumah Anang Asriyanto.

Menyusul penemuan tersebut, MUI Sidoarjo terjun ke lokasi untuk menyelidiki. Sehari sesudah penemuan, Al-Quran diamankan MUI agar tidak menimbulkan penafsiran macam-macam di masyarakat. Demikian dilansir dari Suara.com.

Nay