Bisnis Film Porno Jepang Yakuza Eskpansi ke Luar Negeri

Bisnis Film Porno Jepang Yakuza Eskpansi ke Luar NegeriIlustrasi @theguardian.com

Kelompok mafia dari Jepang, Yakuza saat ini melakukan ekspansi bisnis film esek-esek ke luar negeri. Hal ini diduga dari penurunan pendapatan yang dihasilkan ketika memproduksi film porno dari dalam negeri. Hasilnya, Yakuza sekarang lebih banyak menyasar pelanggan video porno di internet yang menggunakan kartu kredit.

"Ekonomi Jepang sudah semakin susah. Mencari uang dari film porno, praktis sudah hampir mati di Jepang," ujar salah satu sumber yang dilansir Tribunnews, Senin (1/12).

Sumber itu menambahkan, saat ini bisnis pornografi di Jepang sedang lesu karena ketatnya peraturan dari pemerintah. Dampaknya pendapatan Yakuza turun drastis, sementara jumlah penggemar dari luar negeri tidak berkurang.

Bagi Yakuza, Japan Adult Video (JAV) sudah menjadi tambang pemasukan selain narkoba dan prostitusi.

Saat ini pemerintah Jepang gencar memberlakukan Undang-Undang Anti-Yakuza yang semakin ketat terlebih untuk persiapan Olimpiade 2020.

Yakuza memilih menjalankan bisnisnya dari luar negeri salah satunya untuk menghindari hukum positif di Jepang.

"Situs dilengkapi pembayaran kartu kredit, sehingga semua pihak semakin mudah berbisnis dan menikmati 100 persen film porno tanpa sensor," imbuhnya.

Modus Yakuza itu menyedot kartu kredit milik pelanggan secara diam-diam. Dipastikan korban tidak akan mau melapor kartu kreditnya dibobol sebab bakal ketahuan telah membeli video porno.

Nay