Kekurangan Bintang Porno, Jepang Daur Ulang Film Porno Lama

Kekurangan Bintang Porno, Jepang Daur Ulang Film Porno LamaMaria Ozawa @kvltmagz.com

Belakangan industri film porno Jepang (JAV) sedang mengalami kritis. Sumber daya manusia yang notabene adalah pria dan wanita muda berbadan bagus dan cantik belakangan susah didapatkan. Oleh sebab itu para produsen JAV memutar akal dengan melakukan daur ulang.

"Benar sekali produksi kami sedang menurun sehingga kami melakukan daur ulang. Dalam arti film porno yang lama mungkin belum pernah dilihat anak muda sekarang, ditayangkan lagi, diperbanyak dan dijual lagi. Sehingga bisa meningkatkan penghasilan usaha," kata seorang senior produser JAV kepada Tribunnews.com,

Daur ulang yang dilakukan produsen JAV ini bertujuan untuk menutupi kekurangan produksi dan memberikan nostalgia pada pecinta setianya. Hal ini dikarenakan penikmat JAV kebanyakan hanya menikmati adegan seks saja. Tidak kenal artis tidak masalah karena dapat memuaskan sang lelaki.

"Selain itu bagi yang sudah tua dan mengetahui artis di zamannya tersebut, pasti ingin melihat lagi karena tahu dia artis hebat, seksi dan permainannya bagus. Semacam kangen kepada artis zaman nya yang pernah disayangnya zaman muda lalu. Maka dia akan beli produk daur ulang tersebut," ungkapnya.

Anak muda Jepang sekarang sangat susah diajak bergabung dalam produksi film JAV ini karenarata-rata di antara mereka menginginkan kepopuleran singkat tanpa disertai dengan bakat acting yang memadai.

"Sehingga hasilnya mentah kurang enak ditonton dan kacangan. Sudah keluar uang banyak untuk artis muda yang tidak dikenal, hasil mainnya kurang matang, sulit laku terjual. Akan lebih mudah daur ulang, tak repot dan murah, tetapi tetap masih bisa menghasilkan banyak," katanya.

okta