5 Gaya Hidup yang Menurunkan Kecerdasan Otak

5 Gaya Hidup yang Menurunkan Kecerdasan Otakilustrasi @flickr.com

Kebanyakan dari kita lebih fokus kepada kesehatan fisik daripada kesehatan mental. Hal inilah yang menyebabkan kita sering tanpa sadar melakukan gaya hidup yang semakin hari semakin mengikis kemampuan mental kita, salah satunya dalam berpikir.

Sering lupa dan sering salah merupakan salah satu faktor gejala menurunnya ketajaman otak. Apakah penyebabnya? Berikut ini Boldsky melansir beberapa gaya hidup yang terbukti menyebabkan menurunnya kecerdasan otak manusia, yaitu:

1. Terlalu banyak tidur

Kurang tidur sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuh, namun terlalu banyak tidur juga tidak menyehatkan. Kesehatan mental manusia bisa terganggu ketika ia sering tidur lebih dari 9 jam sehari. Sebab penelitian medis telah membuktikan bahwa terlalu banyak tidur akan menyebabkan Anda depresi.

2. Alkohol

Alkohol erat kaitannya dengan mabuk, dimana ketika mabuk otak tidak bisa mengendalikan diri dengan benar. Bila diteruskan maka alkoholik akan mengalami masalah yang berkaitan dengan memori otak serta menyebabkan depresi. Inilah mengapa di Amerika diterapkan sistem terapi untuk berhenti dari kecanduan alkohol.

3. Kurang berolahraga

Tubuh membutuhkan olahraga, karena selain untuk kesehatan tubuh, olahraga juga terbukti mampu menyehatkan mental Anda. Sehingga ketika Anda kurang berolahraga maka Anda akan rentan terkena stres dan mengarah ke arah penyakit mental.

4. Stres

Stres merupakan gejala awal timbulnya kerusakan awal, dimana jika dibiarkan maka kerusakan pada otak akan mengubah stres menjadi depresi. Orang depresi tak mampu mengendalikan dirinya sehingga bisa melakukan tindakan agresif seperti melukai orang lain hingga bunuh diri. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk mengelola stres dengan baik agar tidak berdampak pada kesehatan otak Anda.

5. Merokok

Merokok memang telah lama terbukti buruk bagi kesehatan. Tak hanya merusak jantung dan paru-paru, zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok juga terbukti mengganggu fungsi normal dari sel-sel otak, menurunkan memori, serta mengganggu kesehatan mental.

okta