6 Tips Mengatur Keuangan Gaji Bulanan

6 Tips Mengatur Keuangan Gaji BulananIlustrasi @parade.condenast.com
Jika Anda adalah seorang karyawan yang digaji bulanan, maka Anda harus lihai mengatur pemasukan dan pengeluaran. Jika salah sedikit, bisa-bisa gaji Anda tak cukup hingga akhir bulan.

Agar dapat mengatur pengeluaran, kita perlua suatu kerangka dasar yang harus dipatuhi sehingga kita dapat mengetahui dengan jelas kemana uang kita dialokasikan. Berikut ini 6 kerangkanya.

1. Dana sosial 5%

Yang perlu dipikirkan pertama adalah pengeluaran untuk kegiatan amal, seperti zakat, infak, sedekah, dan amal lain yang berbentuk sumbangan.

Poin ini ditempatkan teratas karena menyangkut ibadah kita dengan Tuhan. Lalu kenapa sebesar 5%, bukannya 2,5%? Jumlah yang wajib dibayarkan memang hanya 2,5%, namun Anda perlu meyakini jika sedekah atau amal adalan investasi terbaik yang hasilnya lebih menjanjikan dibandingkan investasi pada saham, emas, properti, atau lainnya.

Hitung saja 2,5% merupakan hak orang lain, sementara 2,5% sisanya merupakan investasi kita di untuk masa yang akan datang.

2. Bayar hutang atau cicilan 20%

Kembali kita berbicara tentang hak orang lain. Segala uang yang kita pinjam baik dari bank atau perorangan haruslah kita kembalikan.

Jangan sampai hutang yang menumpuk itu jadi beban finansial nantinya. Nilai untuk cicilan hutang idealnya tidak lebih dari 20% gaji.

Umumnya bank memberi bunga cicilan 30% bahkan sampai 40%. Namun jangan pernah mengambil lebih dari 20%, sebab itu akan sangat memberatkan Anda yang telah membangun keluarga.

3. Kebutuhan hidup sehari-hari 45%

Belanja, tagihan listrik, transportasi, adalah beberapa hal yang menguras dompet kita. Oleh sebab itu alokasinya lebih besar dari yang lainnya. Idealnya pengeluaran sehari-hari 45% dari gaji yang kita peroleh.

Jika di bawah itu maka lebih baik lagi, namun tentunya hal itu akan mempengaruhi gaya hidup kita. Hidup terlalu hemat tentu akan membuat Anda tertekan secara psikologis. Oleh karena itu, gunakan alokasi ini seperlunya.

4. Dana cadangan 5%

Menyimpan dana cadangan berguna untuk jaga-jaga ketika terjadi hal-hal darurat. Jumlah cadangan yang ideal adalah 5% gaji dan jangan lebih dari 6 kali gaji bulanan Anda.

Mengapa demikian? Jika Anda menimbun uang terlalu banyak, maka dana Anda tidak akan berkembang. Jika uang cadangan yang Anda miliki berlebih, maka lebih baik kita investasikan dengan keuntungan yang lebih besar dibanding hanya disimpan di bank.

Jika Anda takut kurang, uang cadangan 6x gaji itu bisa Anda alihkan ke investasi jangka pendek yang dapat Anda ambil sewaktu-waktu. Misalnya, emas.

5. Investasi 20%

Karena konsepnya adalah investasi, maka fungsinya adalah untuk mengembangkan dana yang Anda miliki tanpa berkeringat.

Lalu, investasi apa yang harus Anda lakukan? Pilihlah yang aman, yakni uang yang Anda peroleh harus lebih besar dari inflasi. Misalnya dengan membeli tanah, rumah, atau properti lain.

Investasi pada bidang properti memungkinkan Anda memperoleh keuntungan paling tidak 20% setahun, bisa saja lebih jika Anda jeli memilih properti. Harga properti juga akan terus naik.

Anda juga bisa berinvestasi dengan membeli saham. Biarkan orang lain yang bekerja untuk Anda sang pemilik modal. Jangan khawatir, Anda dapat memulainya dengan membeli saham seharga ratusan ribu rupiah saja.

6. Asuransi 5%

Asuransi juga tergolong penting karena Anda tak akan tahu apa yang bakal terjadi. Bukan hanya jiwa yang perlu diasuransikan, keuangan juga perlu.

Asuransi diperlukan agar ketika sesuatu menimpa Anda, maka Anda tak akan dibebani secara finansial.
hdk