Film Tragedi Bintaro, Angkat Kisah Nyata Kecelakaan Maut Bintaro 1987

Selasa, 10 Desember 2013 20:00
Film Tragedi Bintaro, Angkat Kisah Nyata Kecelakaan Maut Bintaro 1987
Kecelakaan kereta komuter yang menabrak tangki gas milik Pertamina di Bintaro, Senin (9/12/2013) sekitar pukul 11 siang, mengingatkan kita tentang kecelakaan maut yang terjadi di lokasi yang sama pada 19 Oktober 1987, Senin pagi.

Peristiwa kecelakaan tragis tersebut diangkat ke layar lebar dengan judul Tragedi Bintaro pada tahun 1989. Film garapan Bruce Malawau ini mengangkat kisah nyata salah satu korban selamat bernama Juned.

Kedua orangtua Juned nyaris cerai dan kembali bersatu setelah Juned kehilangan kaki karena kecelakaan ini. Juned juga kehilangan seorang nenek dan emapt saudaranya. Meski menampilkan drama keluarga Juned, film ini juga menggambarkan detik-detik tabrakan Kereta Api KA 225 dari Stasiun Sudimara dengan KA 220 dari Stasiun Kebayoran Lama hingga proses evakuasi korban.

Salah satu percakapakan antara petugas Stasiun Sudimara dengan Kebayoran yang juga ditampilkan dalam film Tragedi Bintaro.

"Halo Sudimara, KA 220 bagaimana? Aman?" kata petugas di Kebayoran. Petugas Sudimara menyahut, "Kebayoran Lama, KA 220 aman." Direspon lagi oleh Kebayoran, "KA 220 segera diberangkatkan. Kebayoran."

Tak lama setelah percakapan itu, salah satu petugas Sudimara kaget mendengar laporan jika KA 225 sudah berangkat. "Pak, KA 225 sudah berangkat," kata rekannya. "Hah, siapa yang suruh berangkat?! Brengsek kalian!" ujar petugas tersebut sambil terbelalak kaget. Petugas itupun segera berusaha menghalau kereta.



Namun, kedua kereta akhirnya bertabrakan di kilometer 18,75 jalur Tanah Abang-Rangkasbitung. 156 orang tewas dan sekitar 300 orang terluka akibat kecelakaan ini.
(ec)
Komentar