PSK Perancis Tolak Larangan Bercinta di Tempat Umum

PSK Perancis Tolak Larangan Bercinta di Tempat UmumIlustrasi @hngn.com
Para pekerja seks komersial di Perancis menolak rancangan undang-undang baru yang berisi lelaki hidung belang atau pelanggan PSK akan dikenakan denda 1.500 Euro atau sekitar Rp 24 juta jika kedapatan melakukan hubungan seks di tempat-tempat umum.

Salah satu pelacur mengaku jika larangan ini membuat para pelanggannya takut dipenjara dan berimbas buruk kepada mereka. "Hukuman ini memaksa perdagangan seks berjalan di bawah tanah," ujar Xiao Chuan, pelacur asal Cina berusia 46 tahun, seperti yang dikutip dari Tempo.

"Sehingga mereka akan membawa kami ke tempat-tempat tersembunyi, misalnya di ruang bawah tanah, lapangan parkir, di hutan, atau tempat yang terisolasi sebab mereka merasa tidak aman," tambah Xiao.

Sejumlah pengacara menilai jika RUU ini adalah bentuk lain dari diskriminasi terhadap sekitar 40 ribu pelacur di Perancis dan hukum tidak melindungi para pelacur.

"Mereka dipaksa melanjutkan kegiatannya secara gelap. Mereka juga harus melindungi pelanggannya agar tak masuk bui, sebab kehidupannya sangat tergantung kepada mereka," kata Tim Leicester, anggota Medecins du Monde, sebuah organisasi non-pemerintah yang menyediakan perlindungan hukum bagi pelacur.

RUU ini dibahas dalam Parlemen Perancis pada Rabu (27/11) dan akan dibicarakan lagi pada Jumat (29/11).
ec