Peyebab Kantuk Setelah Makan

Rabu, 13 November 2013 11:00
Peyebab Kantuk Setelah MakanIlustrasi mengantuk setelah makan @howitworksdaily.com
Kantuk atau mengantuk adalah salah satu fenomena alami yang dialami oleh manusia. Semua orang pasti pernah merasakan bagaimana mengantuk tersebut. Saat kita mau tidur pada malam hari, pasti yang kita rasakan adalah kantuk yang sudah tidak tertahan dengan demikian kita dapat tidur dengan nyenyak.

Tetapi kadang rasa kantuk datang pada saat yang tidak kita inginkan. Mengantuk dapat datang kapan saja, ada beberapa faktror yang dapat menyebabkan kita mengantuk seperti saat kita kelelahan, kekenyangan, bahkan dalam keadaan lapar juga dapat menyebabkan kita mengantuak.

Namun beda keadaannya jika ditemukan kondisi selalu mengantuk setiap setelah makan. Karena kerap kali keadaan tersebut justru menghambat aktivitas sehari-hari. Walau terdapat satu teori yang menyebutkan kondisi mengantuk setiap habis makan adalah di latarbelakangi oleh kurangnya pasokan oksigen ke otak karena tersitanya oksigen kepada proses pencernaan (semakin banyak yang dicerna / dimakan, semakin banyak kebutuhan oksigen), masih terdapat pendapat yang mengungkapkan keadaan mengantuk setelah makan adalah indikasi dari kekurangan beberapa zat dari kandungan enzim pada makanan atau kondisi kadar gula darah pada tubuh.

Ada tiga alasan yang menyebabkan seseorang mengantuk setelah makan, seperti dikutip dari Helium dan Steadyhealth, yaitu :

1. Penggabungan makanan

Food combining atau penggabungan makanan adalah penggabungan makanan agar makanan dapat digunakan oleh tubuh sebagai nutrisi. Usaha menggabungkan protein dengan sayuran non-pati (sayuran berwarna hijau), menggabungkan karbohidrat dengan sayuran, biji-bijian, mengonsumsi buah saja atau mengkonsumsi 60-80 persen makanan mentah atau dikukus. Penggabungan makanan ini bisa membuat seseorang merasa kurang mengantuk dan menambah lebih banyak energi.

2. Pengaruh salah satu neuron

Neuron orexin inilah alasan kenapa kita sering merasakan kantuk sedudah makan. Neuron ini berada di hipotalamus yang merupakan bagian dari otak yang mengatur banyak proses serta hampir semua hormon.

Kinerja Neuron orexin akan terhambat ketika kadar gula darah meningkat yang mengakibatkan seseorang akan merasa mengantuk karena kinerja neuron orexin yang bertanggung jawab untuk mengontrol seseorang agar tetap terjaga dihambat.

3. Kekurangan enzim

Terdapat tiga jenis enzim yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna makanan yaitu, enzim pencernaan yang disekresikan oleh kelenjar ludah, perut, pankreas, sel-sel endokrin dan juga usus kecil. Kedua, enzim yang ditemukan pada seluruh makanan mentah yang dikonsumsi. Ketiga, enzim metabolik yang bergungsi sebagai katalis, memproduksi energi, membuang kotoran dan detoksifikasi racun.

Enzim bisa diibaratkan sebagai pekerja dalam tubuh, seperti rumah yang tidak akan bisa dibangun tanpa adanya pekerja meskipun bahan-bahannya sudah lengkap. Enzim memecah makanan yang dikonsumsi menjadi unit-unit yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Selain itu enzim juga bisa berfungsi sebagai katalis untuk membuat sesuatu bisa terjadi.

Saat sedang makan, enzim tubuh bekerja sangat keras agar dapat mencerna semua makanan yang masuk. Karena terlalu keras bekerja, tubuh merasa lelah dan seharusnya saat lelah makanan yang dimakan bisa memberi energi.

Tapi bagi orang yang kekurangan enzim, makanan yang dimakan tidak bisa jadi energi karena adanya gangguan penyerapan zat gizi. Akibatnya saat enzim lelah, tidak ada asupan energi sehingga membuat seseorang menjadi mengantuk.

Tetapi ada cara agar rasa kantuk sesudah makan hilang dan tetap fit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : 

1. Jangan lewatkan sarapan pagi. Tanpa sarapan, tubuh memiliki energi untuk beraktivitas sampai siang.
2. Hindari makanan yang mengandung gula cukup tinggi seperti tart, coklat. Karena makanan yang berkalori cukup tinggi akan menimbulkan rasa kenyang.
3. Khusus untuk makan siang pilihlah porsi sedang, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.
4. Sambil menanti waktu makan malam, bisa makan cemilan atau mengunyah permen yang berfungsi mencegah penurunan kadar gula darah dalam tubuh. Tidak perlu ngemil banyak, asalkan perut tetap dalam kondisi terisi (bukan penuh).
(sid)
Komentar