Krokodil, Narkoba 'Pemakan' Daging Manusia

Minggu, 20 Oktober 2013 21:20
Krokodil, Narkoba 'Pemakan' Daging Manusia
Jenis obat-obatan terlarang terbaru dilaporkan beredar di Amerika. Berjuluk krokodil, narkotika ini dapat "memakan" daging manusia.

Krododil sebenarnya sudah ada sejak satu dekade silam dan berkembang di Rusia. Karakternya memiliki kesamaan dengan morfin ataupun heroin, dan terbuat dari campuran bahan bakar, cat thinner, minyak, atau alkohol.

Obat ini, bila disuntik ke pembuluh vena maka kulit akan berubah warna menjadi kehijauan, bersisik, dan akhirnya membusuk.

Dinyatakan oleh Dr Frank LoVecchio selaku direktur ahli medis di Banner Good Samaritan Poison and Drug Information Center, Arizona bahwa staf kedokteran telah menangani dua kasus pertama penggunaan krododil ini. Walau begitu, Dr Frank enggan mengungkapkan kondisi pengguna narkotik ini.

"Sejauh ini, itu adalah kasus pertama di Amerika. Jadi kami cukup panik sekarang," paparnya, seperti yang dilansir oleh Fox News.

Di Rusia sendiri sebagai "induk" menyebarnya narkotik berbahaya ini, menemukan 65 juta dosis karkodil pada tiga bulan pertama 2011 lalu.

Dengan harga jauh lebih murah dari heroin, dan cukup mudah dibuat, narkotik jenis ini memang akhirnya banyak dikonsumsi. Walaupun efeknya lebih mengerikan.

Begitu narkotik ini mengalir di pembuluh darah, maka sel disekitarnya akan mati. Sehingga bagian tubuh tersebut membusuk hingga harus diamputasi. Selain itu, masih banyak komplikasi lain yang muncul disebabkan oleh penggunaan krokodil.(nik)
Komentar