Ketimbang Wanita, Pria Jauh Lebih Butuh Perawatan Kulit

Sabtu, 19 Oktober 2013 10:15
Ketimbang Wanita, Pria Jauh Lebih Butuh Perawatan KulitPria lebih buth perawatan kulit @zipheal.com
Pria memang paling malas untuk merawat kulit dengan treatment body scrubbing (peluluran). Alasannya terlalu “perempuan sekali” atau tidak punya waktu luang. Padahal, pria jauh lebih butuh merawat kulit dibandingkan wanita.

Sebagaimana dikatakan dr. Ratna Komala Dewi, SpKK, Mkes ketika relaunching lulur mandi Sumber Ayu di Commune Cafe seperti dikutip Tribunnews.

"Pria memiliki kulit yang mudah dipenuhi sel kulit mati karena sistem ekskresi lebih aktif bekerja sehingga mengeluarkan keringat lebih banyak."

Dalam penjelasan dr. Ratna Komala Dewi diungkapkan jika sel kulit mati yang dibiarkan bisa mengakibatkan kulit jadi kusam dan tidak cerah. Apabila begini terus, kesehatan kulit bisa terganggu dan menyebabkan kurangnya performa kulit sebagai pengatur suhu, perisai, dan pengabsorsi tubuh.

Keadaan ini makin diperparah, karena pria lebih sering mobile. Sehingga otomatis kulitnya lebih sering terkena paparan sinar matahari dan polusi udara. Karena itu, sel kulit mati mesti dibuang.

Sebenarnya, ketika muda, kulit mati bisa mengelupas dengan sendirinya. Proses ini disebut eksfoliasi. Namun, seiring pertambahan usia, kemampuan ini makin berkurang. Solusinya perlu dilakukan eksfoliasi manual, seperti luluran (body scrubbing).

"Idealnya, peluluran sudah bisa dilakukan mulai dari usia 17 tahun saat kemampuan kulit bereksfoliasi berkurang. Soal frekuensi, minimal luluran seminggu sekali. Buat pria, frekuensi bisa diperbanyak sesuai kebutuhan," kata Ratna.

Meski produk lulur mandi yang ada di pasaran umumnya memiliki target wanita, namun produk tersebut tetap aman dipakai pria. Hal yang harus diperhatikan adalah keamanan serta kepraktisannya.

Sebaiknya, pilih produk lulur mandi yang ada butiran pengelupasnya (beads) yang halus. Beads ini berbentuk bulat dan homogen, sehingga tidak mengakibatkan iritasi ketika digesekkan dengan tubuh.
(lpap)
Komentar