Kenapa Kamu Harus Keluar dari Zona Nyaman?

Jum'at, 18 Oktober 2013 01:00
Kenapa Kamu Harus Keluar dari Zona Nyaman?Ilustrasi @riri.blogdetik.com
Secara sederhana, yang dimaksud dengan zona nyaman adalah ruang perilaku di mana aktivitas dan perilaku kamu cocok dengan rutinitas dan membentuk pola yang meminimalkan stres dan resiko. Zona nyaman memberikan kamu keamanan mental. Kamu akan mendapatkan keuntungan yang jelas berupa kebahagiaan rutin, kecemasan yang rendah, serta berkurangnya stres.

Pemikiran tentang zona nyaman ini mengacu pada eksperimen klasik dalam psikologi, yang dilaksanakan di tahun 1908 oleh Robert M. Yerkes dan John D. Dodson yang mana menjelaskan bahwa zona nyaman adalah keadaan yang relatif nyaman, menciptakan level kinerja yang stabil. Tapi untuk memaksimalkan kinerja, sebenarnya kita memerlukan kecemasan relatif – sebuah ruang yang akan menarik level stres kita sedikit lebih tinggi daripada normal.

Ini disebut "kecemasan optimal" dan hal tersebut berada di luar zona nyaman. Terlalu cemas dan stres juga akan mengurangi produktivitas dan kinerja. Bila kamu berupaya melakukan hal-hal baru, maka inilah yang dimaksud sedikit keluar dari zona nyaman kamu. Dengan melakukannya kamu akan lebih produktif, kamu akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan hal-hal baru dan perubahan tak terduga. Bila memang hal tersebut kurang baik, maka bagaimana cara keluar dari zona nyaman?

Di luar zona nyaman bisa jadi tempat yang bagus, selama kamu tidak menaikkan skala ukurannya terlalu tinggi. Penting untuk mengingat perbedaan antara kecemasan terkontrol dan kecemasan nyata yang dihadapi manusia tiap hari. Zona nyaman tiap orang berbeda dan hal tersebut akan memperluas wawasan kamu. Ingatlah bahwa kecemasan bisa memberikan kamu sesuatu yang baru, akan tetapi terlalu banyak adalah hal yang buruk.

Berikut ini beberapa cara untuk keluar dari zona nyaman kamu tanpa pergi terlalu jauh

1. Lakukan hal yang berbeda tiap hari. Lakukan rutinitas yang berbeda, ambillau rute kerja baru, cobalah restoran baru tanpa memeriksanya.

2. Luangkan waktu untuk mengambil keputusan. Terkadang melambatkan situasi merupakan kebijakan.

3. Percayailah diri kamu dan ambillah keputusan yang cepat dan singkat. Namun perlu diingat bahwa ketika kamu mengambil keputusan, kamu harus siap dengan tanggungjawabnya.

4. Lakukan dengan langkah kecil, sehingga kamu tidak akan terbebani ketika berupaya untuk keluar dari zona nyaman kamu.

Mengapa penting untuk kembali ke "zona nyaman" kita

Kamu tidak bisa tinggal di luar zona nyaman sepanjang waktu kalau kamu merasa berat menghadapi tekanan karena melakukan pekerjaan di bidang yang berbeda dari biasanya. Oleh karena itu, kamu perlu untuk kembali ke zona nyamanmu dalam jangka waktu tertentu.

Dengan melakukan hal tersebut, maka kamu akan lebih mudah untuk melangkah keluar secara bertahap dari zona nyamanmu, dan justru malah berkembang setelah melakukannya.
(sid)
Komentar