Gadis Tunisia Jihad Seks di Suriah Hingga Hamil

Gadis Tunisia Jihad Seks di Suriah Hingga HamilPara gadis belia Tunisia pergi ke Suriah untuk menjadi pelayan seks para pemberontak @alalam.ir
Menteri Dalam Negeri Tunisia, Lotfi Bin Jeddo mengungkapkan pernyataan yang mengejutkan. Dirinya mengatakan jika sejumlah perempuan Tunisia yang berjihad seks di Suriah telah kembali dalam keadaan hamil.

Televisi Al Arabiya (20/9) melaporkan, gadis-gadis Tunisia ini melakukan hubungan seks dengan 20 hingga ratusan pemberontak Suriah.

"Mereka hamil atas nama jihad seksual dan kita hanya diam saja tidak berbuat apa pun," pidato Jeddo di Majelis Konstituen Nasional.

Jeddo mengungkapkan telah melarang enam ribu warga Tunisia untuk pergi ke Suriah sejak bulan Maret lalu dan menangkap 86 orang yang diduga terlibat dalam jaringan pengiriman pemuda Tunisia untuk berjihad di Suriah.

"Pemuda-pemuda Tunisia ditempatkan di garis depan medan tempur dan diajari cara menjarah dan menggerebek desa-desa di Suriah," kata Jeddo.

[Lihat juga : Pamer Foto Telanjang Dada di Facebook, Gadis Tunisia Akan Dirajam]

April lalu, mantan Mufti Tunisia, Othman Battikh, mengatakan jika 13 gadis Tunisia ditipu untuk pergi ke Suriah. Mereka dijadikan pelayan seks bagi para pemberontak yang ingin menggulingkan rezim Basyar al-Assad. Battikh dicopot dari jabatannya, karena menyebut jihad seks adalah bentuk lain dari prostitusi.

"Demi alasan jihad di Suriah mereka memaksa gadis-gadis pergi ke sana. Tiga belas gadis Tunisia dikirim ke sana untuk jihad seks. Apa pula ini? Ini yang disebut prostitusi. Ini benar-benar merusak moral," kata Battikh kepada wartawan.

Direktur Umum Keamanan Masyarakat, Mustafa Bin Omar, mengatakan jika jaringan Al-Qaidah Ansar Shariah menggunakan gadis-gadis yang masih remaja yang berpakaian tertutup untuk menjadi pemuas seks para pria yang sedang jihad.
ec