Bagaimana Menghindari Kecanduan Teknologi?

Bagaimana Menghindari Kecanduan Teknologi?Ilustrasi kecanduan teknologi @vancouverdesi.com
Pada artikel sebelumnya, Infospesial membahas tentang apa yang menyebabkan kita kecanduan teknologi. [Baca: Mengapa Kita Kecanduan Teknologi?] Menyadari bahwa diri kita kecanduan teknologi merupakan langkah awal untuk bisa mengambil langkah maju untuk menghindari kecanduan teknologi. Berikut ini Infospesial akan membahas bagaimana cara-cara untuk menghindari kecanduan teknologi.

Jadikan teknologi di luar pandangan dan pikiran kamu

Mungkin asyik memiliki perangkat dimana kamu bisa melakukan apa saja dengannya, akan tetapi tergantung pada satu perangkat saja akan menimbulkan banyak masalah. Bayangkan situasi ini: Kamu mengambil ponsel kamu hanya untuk melihat jam berapa sekarang. Karena ponsel kamu ada di tangan, maka kamu harus memeriksa email sekalian.

Berikutnya, kamu memikirkan apa harus membalas email atau tidak. Daftar ini semakin panjang dan tentu saja semakin membuang-buang waktu kamu. Menjauhkan ponsel atau komputer dari pandangan kamu merupakan salah satu tips mendasar untuk menghindarkan diri kamu dari kecanduan teknologi. Luangkan barang waktu sejam atau dua jam dimana kamu memutuskan untuk tidak menengok ponsel atau komputer kamu sama sekali. Habiskan waktu tersebut dengan keluarga, orang terkasih, atau sekedar membaca buku. Maka ini akan sedikit men-delay kecanduan kamu akan teknologi.

Berhenti melakukan multitasking

Kamu harus meyakini bahwa multitasking hanyalah sebuah mitos. Bila kamu mengerjakan sesuatu sembari membuka Facebook, Twitter, atau bahkan sambil bermain game sederhana – Itu tandanya kamu tidak bekerja! Fokuslah. Jangan 'duakan' pekerjaan kamu. Bila perlu, luangkan waktu khusus untuk bermain jejaring sosial atau game komputer, tapi jangan jadikan satu dengan saat kamu bekerja.

Jangan pernah meminta maaf

Ini mungkin tips yang agak unik. Tapi secara umum kita punya kebiasaan meminta maaf atas keterlambatan membalas pesan. Misalnya: "Maaf baru balas SMS-nya", "Maaf baru buka FB", dsb. Kebiasaan tersebut menumbuhkan 'kebiasaan kesegeraan', yaitu keharusan merespon begitu ada sms, BBM, Tweet, dan sebagainya. Ini menjadikan perangkat kamu harus dekat dengan kamu dan bila ada situasi yang menjadikan kamu terlambat membalas seperti hilang sinyal atau jamuan resmi yang tidak memungkinkan kamu membuka akun kamu secara etis, maka kamu akan dituduh kurang perhatian. Hilangkan kebiasaan ini. Menurut etika umum, kamu tidak perlu membalas SMS dengan segera. Bila seseorang memerlukan respon cepat dan darurat, maka ia akan menelepon.

Teraturlah

Aturlah akun kamu agar kamu tidak kelebihan informasi. Dengan fasilitas Gmail yang baru, kamu bisa mengelompokkan email yang merupakan bagian dari notifikasi jejaring sosial dan membedakannya dengan email penting yang akan masuk ke priority inbox. Atur waktu kamu membaca koran atau berita online, batasi dengan ketat! Luangkan waktu sejam untuk bermain jejaring sosial tiap hari, dan jangan campur adukkan dengan pekerjaan! Ini akan membantu kamu membatasi penggunaan teknologi berlebih.

Tips di atas akan membantu kamu mengatasi kecanduan terhadap teknologi yang berlebih. Keberadaan teknologi memang sangat membantu dan mendukung manusia. Kamu sendirilah yang harus bijak dalam memanfaatkannya!
sid