Kisah Astronot Sholat dan Mendengar Adzan di Luar Angkasa

Kamis, 01 Agustus 2013 13:45
Kisah Astronot Sholat dan Mendengar Adzan di Luar AngkasaSheikh Muszaphar Shukor @mstar.com.my
Umat muslim di dunia menghadap ke satu titik yaitu Ka'bah atau kiblat saat menjalankan ibadah sholat. Namun, bagaimana jika astronot muslim yang sedang berada di luar angkasa?

Astronot pertama Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor pergi ke luar angkasa 10 Oktober 2007 dengan menumpang pesawat luar angkasa Rusia, Soyuz. Shukor di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama enam hari. Karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, dirinya tetap menunaikan ibadah puasa dan sholat dengan menghadap kiblat.

Hal yang menjadi masalah adalah ISS mengorbit 220 mil atau sekitar 354 km di atas permukaan Bumi, hal ini membuat kiblat bisa berubah dalam hitungan detik. Arah Ka'bah bisa berubah 180 derajat hanya dalam sekali sholat.

Lembaga Antariksa Malaysia, Angkasa menggelar sebuah konferensi yang melibatkan 150 ilmuwan Islam untuk memecahkan masalah ini. Hasilnya, panduan menjalahkan ibadah di ISS disetujui oleh komisi fatwa Malaysia, dan kiblat bisa ditentukan berdasarkan 'peluang' para astronot, dengan prioritas yang utama Ka'bah, proyeksi Ka'bah, Bumi, dan terakhir menghadap ke manapun.

Menghadap ke Ka'bah atau menentukan proyeksinya bukanlah hal yang mudah, namun hal ini tidak mengganggu ibadah Shukor. Shukor berhasil menjadi muslim ke-9 yang melaksanakan ibadah sholat dan puasa di luar angkasa. Bahkan, Shukor mengaku menemukan keajaiban di luar angkasa.

"Setiap orang yang berkesempatan ke luar angkasa akan merasakan sebuah keajaiban. Selama perjalananku yang bertepatan dengan Ramadan, aku seperti mendengar suara azan di Stasiun Luar Angkasa Internasional," katanya dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency (AA).

"Tapi aku mendengar panggilan itu secara fisik, nyata. Anda mungkin tak akan terkekut jika mendapat pengalaman seperti saya ketika berada di luar angkasa, saat Anda merasa begitu dekat dengan Allah di setiap detiknya," tambahnya.

Dirinya juga merasakan pengalaman spiritual yang luar bisa saat melihat betapa kecilnya Bumi, dan melihat dampak polusi udara yang membuat dunia berubah secara negatif seperti lapisan ozon yang makin lama makin rusak dan bolong.

Sebelum Shukor, astronot muslim pertama yang berhasil ke luar angkasa adalah Sultan Salman Al Saud pada 17 Juni 1985. Dirinyaterbang dalam misi ruang angkasa STS-S1G menggunakan pesawat Discovery milik Amerika Serikat. Sedangkan, Anousheh Ansari adalah astronot wanita muslim pertama dari Iran yang berhasil ke luar angkasa pada 18 September 2006, beberapa hari setelah ulang tahunnya ke-40 dengan biaya sendiri.
(ec)

Berita, Jadwal & Hasil Pertandingan Piala Dunia 2014 Brasil

Komentar