Google Doodle: Rosalind Franklin Peneliti Struktur DNA

Rosalind Franklin

Google Doodle: Rosalind Franklin Peneliti Struktur DNARosalind Franklin
Google Doodle hari ini (25/7) merayakan ulang tahun ke-93 Rosalind Franklin. Rosalind adalah peneliti struktur DNA dengan difraksi sinar X. Dirinya juga berjuang untuk mendapatkan kesetaraan hak belajar seperti pria.

Rosalind yang lahir di kalangan Yahudi Inggris terkemuka tidak mendapat restu dari ayahnya, Ellis Arthur Franklin, untuk mendapatkan pendidikan universitas. Namun, ibunya dan bibi Rosalind memberikan bantuan keuangan hingga ayahnya mengijinkan Rosalind karena melihat prestasi spektakuler putrinya.

Saat perang Dunia II berlangsung, Rosalind melakukan penelitian di Universitas Cambridge, dirinya melakukan penelitian seputar sifat batu bara dan arang kayu. Rosalind meraih gelar PhD saat usia 26 tahun, bertepatan dengan berakhirnya perang.

Ilmuwan jenius ini akhirnya menggunakan difraksi sinar X untuk membuat gambar zat padat yang dikristalkan. Rosalind adalah pelopor dalam penggunaan difraksi sinar X untuk menganalisis bahan-bahan yang rumit.

Rosalind akhirnya berkarier ilmiah di Inggris dan bergabung dengan beberapa peneliti di King’s College, London. Di sini, Rosalind Franklin berhasil sukses dalam difraksi sinar X untuk DNA. Penelitian ini kemudian menggiring penemuan double helix DNA. Data-data paparan Rosalind kemudian menjadi kunci hipotesis Francis Crick dan James D. Watson untuk menjelaskan struktur DNA.

Rosalind meninggal karena pneumonia dan kanker ovarium. Karyanya masih digunakan sebagai acuan berbagai ilmuwan. 

"Sains dan kehidupan sehari-hari tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan, " kata mutiara dari Rosalind.
ec