Alasan Harga Jengkol dan Petai Lebih Mahal Dari Ayam

Meski bau, jengkol dan petai lebih mahal dari ayam dan daging sapi

Rabu, 05 Juni 2013 10:20
Alasan Harga Jengkol dan Petai Lebih Mahal Dari AyamJengkol - Petai, bau tapi lebih mahal
Harga jengkol naik drastis di pasar-pasar tradisional di Indonesia, bahkan harga per kilogramnya lebih mahal dari harga seekor ayam.

Dilansir dari Tempo, normalnya, jengkol dari Trenggalek dijual dengan harga Rp 10 ribu per kg di Tasikmalaya, kini harganya mencapaiĀ Rp 40 ribu per kilogram.

Hal ini membuat jengkol di Jakarta bisa mencapai Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam broiler hanya sekitar Rp 26 ribu per kilogram.

Jengkol juga lebih mahal dari bawang yang sebelumnya sangat mahal. Telur ayam kampung di pasaran hanya mencapai Rp 35 ribu per kg sedangkan cabe merah dan bawang merah rata-rata Rp 30.000 per kg.

Apa penyebab harga jengkol lebih mahal?

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan turunya pasokan jengkol.

Dirinya mengatakan pohon jengkol bisa umbuh setinggi 10-25 meter. Tanaman itu bisa berbuah sepanjang tahun, namun panen rayanya terjadi sekitar November hingga Januari setiap tahun. Hal ini membuat pasokan jengkol menurun.

"Jadi, kalau harga jengkol agak naik bulan ini karena memang di luar musim (panen) rayanya," kata Bayu, seperti dilansir dari Tempo.

Selain jengkol, harga petai juga ikut-ikutan naik. Bahkan, petai lebih mahal dari jengkol. Di pasaran Luar Jawa, harga petai mencapai Rp 80.000 per kg. Tingkat harga itu kini hampir menyamai harga daging sapi per kilogramnya yang sekitar Rp 90.000 per kg, seperti terlihat di pasar Kota Pekanbaru, Riau.

Sebagian besar pembeli jengkol adalah pemilik warung nasi dan penjual lauk nasi. Karena harganya yang mahal, mereka memilih untuk tidak menjual menu jengkol.(ec)
Komentar