Mau Jadi Caleg? Siapkan Dana Rp 1 Miliar

Rabu, 24 April 2013 09:00
Mau Jadi Caleg? Siapkan Dana Rp 1 MiliarDana jadi calon legislatif tidak murah? @nasional.kontan.co.id
Untuk menjadi calon legislatif (Caleg) tidaklah tahun 2014 tidaklah mudah dan murah, berbagai cara dilakukan agar lolos dan terpilih dalam pemilihan umum tahun depan.

Dilansir dari Tribun News, peserta calon legislatif harus menghadapi persaingan internal dan eksternal yang lebih berat dibandingkan yang terjadi pada tahun 2009 lalu yang diputuskan dalam beberapa bulan, hal ini membuat biaya pemilu 2014 jauh lebih besar.

"Dalam sistem demokrasi pemilihan langsung, jujur harus dikatakan tidak ada Caleg bisa terpilih denga hanya modal dengkul. Paling tidak selain modal ekonomi sesuai kemampuan masing-masing, untuk kebutuhan alat peraga dan operasional tim sukses, juga dibutuhkan sekurang-kurangnya modal sosial dan modal politik," ungkap Bambang Soesatyo, yang merupakan politisi dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo.

Selain itu, kepopuleran juga diperlukan. Para Caleg yang berasal dari selebriti, ulama atau tokoh masyarakat mendapat keuntungan dalam faktor kepopuleran.

"Menurut saya untuk pemilihan langsung seperti sekarang ini, kalau para Caleg benar-benar  serius, dibutuhkan paling sedikit Rp.1 miliar. Kecuali kalau hanya iseng-iseng berhadiah," ungkap Bambang.

Biaya ini untuk akomodasi ke daerah pilihan yang meliputi biaya untuk transportasi dan penginapan. Menjelang masa pemilihan, para Caleg akan membutuhkan biaya tersebut paling tidak satu bulan dua kali sejak persaingan internal hingga Desember 2013.

Selain itu, Januari hingga April 2014 persaingan antar para Caleg akan lebih intensif. Hal ini membuat, para Caleg harus mengeluarkan biaya logistik atau atribut seperti kaos, spanduk, kalender, dan baliho. Biaya juga meliputi iklan di media lokal, alat peraga, dan juga berbagai macam lomba. Para Caleg juga harus mengeluarkan biaya untuk bantuan sosial seperti perbaikan tempat ibadah dan fasilitas di daerah tempat pemilihan. Caleg juga harus mengumpulkan massa di putaran akhir masa kampanye.

"Kelima, ini yg berat. Yaitu biaya saksi di setiap TPS yg biasanya berkisar Rp.50 ribu hingga 100 ribu per-orang. Bayangkan di setiap dapil biasanya ada 5000-10.000 TPS. Tinggal kalikan saja jumlah itu," jelas Bambang Soesatyo.

Karena modal yang tidak sedikit, hal ini membuat para anggota legislatif yang terpilih mencari kesempatan agar modal yang mereka keluarkan saat kampanye bisa kembali lagi atau malah mencari untung lebih.
(ec)
Komentar