7 Alasan Aborsi Diperbolehkan

Senin, 25 Februari 2013 14:15
7 Alasan Aborsi DiperbolehkanIlustrasi wanita hamil @themarysue.com
Pemerintah dan Agama melarang wanita melakukan aborsi. Namun, terkadang wanita harus melakukan aborsi, hal ini karena berhubungan dengan nyawa sang ibu.

Dalam beberapa kasus medis, aborsi adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Berikut 7 alasan yang membuat wanita boleh aborsi, seperti yang dilansir dari HuffingtonPost :

Cacar air selama kehamilan
Jika Anda terkena virus serius seperti cacar air selama kehamilan, mungkin Anda akan disarankan oleh dokter untuk aborsi. Virus cacar air akan menetap dalam tubuh Anda selama 3 bulan dan dapat menginfeksi bayi Anda juga.

Kanker
Jika Anda didiagnosis kanker selama kehamilan, umumnya kalian disarankan untuk aborsi. Kanker membutuhkan perawatan segera dan bahan kimia dari kemoterapi dapat menimbulkan bahaya bagi bayi. Jika seorang wanita menunggu bayi yang akan lahir ketika ia didiagnosa menderita kanker, mungkin berakibat fatal baginya.

Lahir Cacat
USG sudah bisa melihat kondisi bayi Anda, apakah memiliki cacat lahir, seperti down sindrom atau cerebral palsy, atau tidak. Dalam kasus tersebut, pasien umumnya ditawarkan untuk melakukan aborsi atau tetap melahirkan janin yang cacat.

Rahim Lemah 
Dalam beberapa kasus, beberapa ibu hamil memiliki rahim lemah dan dokter yakin bahwa kehamilannya tidak akan berhasil dan akan menimbulkan keguguran. Dalam kasus-kasus seperti ini, biasanya dokter memberi saran untuk melakukan aborsi hal ini bertujuan untuk menghindari kondisi darurat terhadap sang ibu.

Penyakit menular seksual
Ibu hamil yang diagnosis terkena penyakit menular seksual, seperti HIV atau sifilis, berisiko tinggi memiliki bayi yang juga terinfeksi. Dalam kasus seperti itu, pasien umumnya disarankan untuk aborsi. 

Diabetes
Seorang ibu hamil yang menderita diabetes sangat parah, kadar gula darahnya dapat mempengaruhi perkembangan bayi. Kemungkinan besar dokter akan menyarankan aborsi jika kondisinya berada di luar kendali.

Hormon Tiroid Tinggi
Jika ibu sudah rusak tiroid, perkembangan otak bayi secara langsung akan terpengaruh. Jadi jika hormon tiroid ibu tidak bisa dikendalikan, aborsi mungkin diperlukan.

Itulah 7 alasan yang membuat wanita diperbolehkan aborsi. Namun, keputusan aborsi bukan adalah keputusan bagi orang tua bayi. (ec)

Berita, Jadwal & Hasil Pertandingan Piala Dunia 2014 Brasil

Komentar