Ampas Tebu Bisa Jadi Bahan Bakar Alternatif

Rabu, 30 Januari 2013 09:45
Ampas Tebu Bisa Jadi Bahan Bakar AlternatifTebu @psikek.wordpress.com

Jika selalu penggunaan bahan bakar selalu bergantung pada hasil tambang maka bisa jadi krisi menimpa. Oleh karena itu, bahan alternatif pun selalu dicari. Dan hal ini jugalah yang telah dilakukan PT Perkebunan Nasional (PTPN) X dengan memanfaatkan ampas tebu.

Dalam tiga tahun terakhir dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan bakar penggerak mesin produksi, perusahaan ini bisa berhemat biaya produksi.

Fakta menariknya lagi, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan ini sudah diterapkan sejak masa penjajahan Hindia Belanda. Dan hampir seluruh pabrik gula di Indonesia disiapkan menggunakan energi dari ampas tebu. Sejak 1870, di Jawa Timur telah berdiri sejumlah pabrik gula dan hingga kini masih beroperasi.

Jatim bahkan menjadi lokomotif dalam kancah industri gula di Indonesia dengan kontribusi produksi gula nasional rata-rata antara 45 - 55 persen per tahun. Untuk mewujudkan efisiensi bahan bakar serta konservasi sumberdaya, PTPN X kata Direktur Utama PTPN X Subiyono, terus menekan BBM dalam proses produksinya dengan mengoptimalkan ampas tebu sebagai bahan bakar pengolahan.

Sebut saja seperti PG Ngadiredjo (Kediri), sudah memulai program co-generation tahun 2012 dengan produksi listrik 2 Mega Watt (MW). Program co-generation mengolah ampas tebu menjadi listrik ini juga akan diterapkan di sejumlah PG milik PTPN X antara lain di PG Pesantren Baru (Kediri), PG Gempolkrep (Mojokerto).

Kedua PG ini akan merampungkan pembangunan pabrik bioetanol pada 2013 ini dan bisa menghasilkan fuel grade ethanol 99 persen yang sangat ramah lingkungan

Selama ini, tetes tebu itu dijual ke industri lain seperti pabrik makanan, sehingga nilai tambah minim. PTPN X juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membangun pembangkit listrik tenaga biofuel dari limbah bioetanol yang memasok listrik ke pasar dan kepentingan PTPN X sendiri.

Ke depan, setiap pengembangan usaha didesain secara terintegrasi untuk memaksimalkan produk turunan nongula, seperti pembangunan pabrik gula terintegrasi dengan pabrik bioetanol di Pulau Madura. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi pencemaran lingkungan oleh limbah pabrik.

Paling utama citra pabrik gula yang kotor dan kumuh terkikis habis, sehingga keinginan untuk menambah obyek wisata ke pabrik gula pun tidak sekadar mimpi.

(rha)

Berita, Jadwal & Hasil Pertandingan Piala Dunia 2014 Brasil

Komentar