8 Band Indie Indonesia yang Populer di Luar Negeri

Rabu, 04 Januari 2012
8 Band Indie Indonesia yang Populer di Luar Negeri

Di Indonesia, mungkin band-band indie tak terlalu banyak dikenal atau kalah popularitas dari band melayu juga boy dan girlband yang tengah menjamur di Indonesia. Namun jangan salah, tak dikenal di negeri sendiri bukan berarti karier dari band-band indie ini pudar atau meredup. Diluar negeri band-band indie ini justru mendapat sambutan luar biasa, meski lingkupnya masih negara ASEAN namun prestasi ini sangat membanggakan. Dan berikut 8 band indie yang populer di luar negeri :

1. The Trees and The Wild

The Trees and The Wild adalah: Andra B. Kurniawan, Iga Massardi, Remedy Waloni.

Band ini mulai terbentuk pada tahun 2006, Mereka menawarkan komposisi musik akustik yang sederhana dan ear catching. Dan band ini sudah pernah tampil dua kali di Singapura (Rockin The Region 2010 & Mosaic Festival 2011) dan tahun 2011 mereka tampil di Monophone 2011, Malaysia.

2. Santa Monica

Dibentuk tahun 2001 oleh Joseph Saryuf dan Anindita Saryuf.

Sebuah grup Electro Pop yang menggabungkan surealisme dengan musik dan fashion. Bersama the Brandals, mereka tampil di Baybeats 2010, Esplanade, Singapore. Saat ini Joseph Saryuf aktif bersama label musik Sinjitos Records

3. Adhitya Sofyan

Berawal dari membagikan lagu-lagunyanya secara gratis di internet sekitar 2007, nama Adhitya Sofyan melambung setelah masuk kompilasi Prambors NuBuzz. Ia merilis dua album bersama DeMajors, dan merilis albumnya di Jepang melalui label Production Dessinee. Label ini pula yang akhirnya mengundang Adhitya Sofyan pada September 2011 untuk tur 10 hari ke kota-kota besar di Jepang, antara lain Kobe, Fukuoka, Kamamura, dan Tokyo. Sebelumnya di tahun yang sama, Adhitya Sofyan juga sempat tampil di Mosaic 2011, Singapura.

4. Bottlesmoker

Berawal dari iseng-iseng berbagi musik buatannya ke teman-teman, duet Angkuy dan Nobie dapat berbagi kepada pendengar musiknya yang berasal dari berbagai negara. Mereka menginvasi Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong dan China pada Februari-Maret 2011 selama 19 hari. Sebelumnya duet ini juga pernah melakukan tur hingga ke Filipina dan malaysia pada rentang waktu 2009-2010

5. Hollywood Nobody

Grup bossanova asal Bandung ini terbentuk tahun 2005, berawal dari keberanian sang vokalis untuk membentuk band yang awalnya hanya diproyeksikan untuk mengisi acara kampus. Kini mereka sudah merilis album melalui FastForwards Records. Bersama dengan Protocol Afro dan Bangkutaman, mereka menjadi salah satu headliner di Baybeats 2011, Esplanade,

6. Hightime Rebellion

Hightime Rebellion adalah band yang dibentuk di Jakarta pada 2007. Terdiri dari Rendy Surindrapati (vokal dan penulis lagu), Miyane Soemitro (vokal), Jason Sutrisno (gitar), Pulung Wahyuaji (bas), Adji Dimas Ramayanda (gitar) dan Reza Arafat (drum).

Musik mereka adalah perpaduan Pop, Funk, Rock, Psychedelic, dan Dance. Hightime Rebellion saat ini sedang mempersiapkan album debut mereka bersama label FFWD Records.

7. Leonardo

Musisi senior yang sebelumnya bergabung dengan Vessel dan Zeke & The Popo ini akhirnya memilih bersolo karier. Musiknya kini berbeda dengan musik yang dia mainkan di band-band sebelumnya yang lebih dark, kini Leo lebih bermain di area yang lebih Folk dan dipengaruhi juga oleh jazz. Setelah sering mengisi berbagai panggung di Jakarta, Leonardo diundang oleh pihak Esplanade pada April 2011 diundang oleh pihak Esplanade Singapura untuk bermain di acara Rockin the region.

8. Protocol Afro

Kegagalan menembus audisi festival musik di salah satu Kampus menjadi pemicu bagi band asal Jakarta ini untuk berhenti membawakan cover lagu band lain dan mulai menciptakan karya sendiri. Terbentuk sejak 2007, Protocol Afro mulai aktif merilis single mereka secara online di tahun 2010 dan sempat memuncaki chart Indopendent di TraxFM. Protocol Afro menyebut musik mereka Alternative Inkonsisten Pop.

Mereka tampil di Baybeats 2011, Esplanade, Singapore. Bahkan lagu mereka yang berjudul 'Music (Dance with Me)' di remix oleh Electro Pop duo asal Singapore: Riot !n Magenta

Komentar