Airport Tax Garuda Indonesia Sudah Digabung Dengan Harga Tiket

Sudah tidak perlu repot - repot antri lagu untuk bayar airport tax

Senin, 08 Oktober 2012 18:30
Airport Tax Garuda Indonesia Sudah Digabung Dengan Harga Tiketatjehpost

Penumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia sudah tidak lagi perlu membayar biaya airport tax di bandara. Karena maskapai penerbangan Garuda Indonesia resmi menghilangkan pajak bandara atau yang biasa dikenal dengan airport tax.

Biaya pelayanan jasa penerbangan (PJP2U) atau passenger service charge (PSC) atau yang lebih populer disebut airport tax sudah mulai digabung dengan tiket penerbangan Garuda.

"Sejak diberlakukan tgl 4 Oktober lalu, penerapan airport tax ke dalam tiket secara umum berjalan baik dan lancar," ungkap Wakil Presiden Direktur bidang komunikasi perusahaan Garuda Indonesia Pujobroto, Minggu (7/10) seperti yang dilansir dari Merdeka.

Dirinya mengklaim hal ini membantu penumpang, dan tidak perlu lagi antre panjang sebelum masuk ke bandara. "Tidak harus lagi mengeluarkan biaya atau melakukan pembayaran airport tax," katanya.

Hal ini juga menguntungkan otoritas bandara dan pihak maskapai. Sebab, penggabungan airport tax dalam harga tiket telah mengurangi bisnis proses di counter check in.

Namun hal ini hanya berlaku bagi penumpang yang telah membeli tiket penerbangan sesudah 4 Okober. Pihak Garuda melakukan pengecekan penumpang yang membeli tiket sebelum tanggal pemberlakuan penyatuan airport tax. "Tetap harus bayar airport tax," singkatnya.

Kebijakan ini dicetuskan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang mengaku menginginkan sistem modern dalam industri penerbangan. Penghilangan airport tax dinilai akan efektif karena meninggalkan sistem tradisional. Kebijakan ini juga diyakini bakal memangkas antrean panjang di bandara.

Saat ini di negara Asia, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang menerapkan airport tax. Padahal di negara lain seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam sudah tidak menerapkan tarif terpisah tersebut. Melainkan tarif itu digabungkan dengan harga tiket pesawat.

Dalam rencana awal, penggabungan ini akan dilakukan pada awal September 2012, namun terpaksa mundur pada tanggal 28 September. Rencana tersebut kembali molor karena belum siap secara teknis, hingga akhirnya diputuskan mulai dijalankan 1 Oktober 2012. Kenyataannya, sistem ini harus ditunda beberapa hari lagi dan baru bisa diterapkan 4 Oktober 2012.

(merdeka/ec)

Berita, Jadwal & Hasil Pertandingan Piala Dunia 2014 Brasil

Komentar