Malam Natal

Selasa, 24 Januari 2012 01:10

Malam Natal itu kami di Hoorn
rumah mas Dicky, rumah besan
mas Dicky berjenggot dan bercambang putih
seperti Romo Mangunwijaya
tahun depan dia tujuhpuluh

tapi tertawanya masih tetap renyah
usianya sudah termasuk tua
tapi semangatnya masih tetap muda
isterinya tante Anneke
Belanda totok, tapi wanita Solo

halus - ayu dan sangat ibu
walau kami hanya berenam
pada mas Dicky ada yang subur tertanam

ada cucunya Berry
yang bandel dan nakal
agak liar tapi pintar
cucu pertama laki-laki

walau tak lengkap secara angka
tapi kami tak merasa kurang
karena Tuhan hadir di tengah kami
dan lilin-lilin menyala terang
dalam jiwa kami terasa tenang,-

(Sobron Aidit, kumpulan-puisi.com/rha)
Komentar