RBT Dihapus, Musisi Merugi

RBT Dihapus, Musisi Merugi

Terkait kasus pencurian pulsa ternyata berimbas kepada musisi. Pemerintah memutuskan mengambil langkah menghapus konten premium termasuk RBT, sehingga para musisi pun ikut merugi. Maraknya pembajakan terhadap karya musik membuat musisi tak lagi dapat bergantung kepada penjualan fisik seperti kaset atau CD. RBT adalah satu-satunya jalan yang masih bisa menghidupkan industri musik.


Berikut beberapa komentar musisi tentang penghapusan RBT ini.


"Saya gak mau membicarakan masalah provider nakal, saya hanya sebagai musisi yang berharap pemerintah bisa memikirkan kita. Kita ini bayar pajak, kita jujur. RBT itukan halal, sedangkan yang gak halal malah gak ditutup. Kayak download gratis dan pembajakan, itukan merugikan banyak musisi, termasuk saya," ujar Giring.


"Saya percaya semua musisi kita kreatif, apapun yang terjadi kita akan terus berkarya, mudah-mudahan kita lebih diperhatikan, karena 80% penghasilan kita bisa hilang. Saya jelas takut lah, kita orang kreatif merasa mentok untuk cari penghasilan, kita akan berjuang menafkahi keluarga. Kita pasti akan bicara lebih ke human, jangan sampai ini terjadi," lanjut Giring.


"Yang ditindak sebenarnya jangan RBT-nya deh. pasti ada cara kan lain yang tidak ekstrim. Menurut gue itu agak berlebihan deh upaya cepat yang tidak di pikir yang dikorbankan orang-orang yang seharusnya nggak menjadi korban," papar Marcell.


"Kita mendesak pemerintah untuk menghentikan rencana BRTI dan operator yang akan menghentikan layanan RBT, karena RBT tidak ada hubungannya dengan SMS premium yang menyedot pulsa," ujar Piyu, gitaris Padi.


Piyu menambahkan "Kami ingin RBT juga masuk ke dalam pengecualian yang tidak ditutup itu. Kami tidak tahu sampai kapan layanan ini akan ditutup, tidak ada kepastian,".


"Saat ini untuk menjual 10 ribu keping saja sudah luar biasa, padahal kami dulu bisa menjual hingga satu-dua juta keping. Gimana kalau RBT dihentikan," ungkap Anji mantan vokalis Drive.


"Aduh sayang banget ya kalo dihapus, mana momennya pas banget, gue udah kurus dan mau ngeluarin single baru, jadi momennya salah banget nih. Kalo menyesal sih enggak, cuma pasti kecewa. Pemerintah harus meninjau ulang kembali, kita bisa mencegah pencurian pulsa, tapi jangan melarang RBT," jelas Bunga Citra Lestari.


"Pembuat karya musik itu pekerjaan yang mulia, jujur, ingin didengar orang. Salah satunya lewat RBT, saya sangat menyayangkan jika ini terjadi. Kita yang paling rugi, yang halal aja dimatikan, bagaimana dengan yang haram? Kita ini bagian dari masyarakat, harusnya didengarkan. Mungkin ada oknum yang memperkeruh, kalo mau dibasmi, jadi jangan sarangnya aja, pelaku juga," papar Pasha.


"Pemerintah nggak bisa juga menanggulangi masalah pembajakan. Sekarang RBT yang menjadi mata pencaharian di cut," kesal Vidi Aldiano.