KPK Ciut Nyali, Kasus Korupsi Simulator SIM Mandek!

Senin, 13 Agustus 2012
KPK Ciut Nyali, Kasus Korupsi Simulator SIM Mandek!
Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Polri memang lebih memiliki kewenangan untuk mengusut kasus Simulator SIM dari pada KPK, namun sayang publik sama sekali tak menaruh kepercayaan pada Polri.

“Polri dengan KUHP jelas dan tegas diakomodasikan di UUD 45, sementara KPK dengan UUnya hanya bersifat ad hock dan tidak terakomodasi dalam UUD 45. Tapi KPK lebih dipercaya masyarakat, ketimbang Polri,” kata Neta seperti dilansir dari Okezone, Senin (13/8).

Neta menambahkan, sedangkan KPK sendiri pihak yang dipercaya rakyat dinilai ciut nyali menangani kasus ini. “Jika KPK punya keberanian, KPK seharusnya dengan cepat memproses kasus simulator SIM. Data PPATK bisa dijadikan penguat bagi KPK,” terangnya.

Masih menurut Neta, sebenarnya KPK bisa meminjam paksa para saksi dan tersangka yang kini ditahan polisi, dan langsung saja menangkap para polisi yang tidak memberikan ijin dengan tuduhan menghalang-halangi upaya pemberantasan korupsi.

“Persoalannya kemudian, berani tidak KPK melakukannya. Jika KPK tidak berani yang muncul ke permukaan hanya polemik yang kemudian terjadi polarisasi antara yang mendukung KPK dengan pihak yang mendukung Polri. Hasilnya, kasus korupsi tersebut tidak kunjung tuntas ke pengadilan,” pungkasnya.(Foto : kompasiana.com/rha)

Berita, Jadwal & Hasil Pertandingan Piala Dunia 2014 Brasil

Komentar